Bencana, Logika dan
Teknologi
(Berbeda tapi menyatu
dengan Musibah saat ini)
.
Di Pantai,
Yang dijadikan tempat untuk hepi,
Tapi dekat dengan gunung merapi,
Ketika ada tanda dipuncak gunung berupa Api,
Mereka tidak waspada dan percaya teknologi,
Bahwa hanya pasang air laut yang kan muncul nanti,
Ternyata yang datang adalah Tsunami,
Akibatnya puluhan hingga ratusan jiwa pergi.
Masihkah kalian berpikir dapat selamat di dunia ini,
Manaruh harapan dengan semakin majunya jaman kini.
Apakah masih belum cukup dengan adanya bukti,
Bahwa alam bukanlah lawan yang tertandingi,
Ketika Tuhan menghendaki,
Apapun bisa terjadi.
Tunggu apa lagi,
Berhentilah mencaci maki,
Siapapun orang yang tidak disuka jangan dibenci,
Jangan sampai dunia yang kamu tinggali,
Ikut serta membenci yang tidak disukai,
Yaitu kita yang tidak tahu diri,
Berada di satu tempat tapi saling memusuhi,
Kita hidup bukan di planet Politik atau Agama tapi Bumi,
Tapi perbedaan jadi alasan untuk tidak peduli,
Padahal sama-sama punya hati,
Haruskah menunggu hingga mati,
Karena kesempatan hidup belum tentu dua kali.
Lihatlah mereka yang tersakiti,
Apa itu belum cukup membuatmu sadar diri,
Perlukah rasa sakit itu datang menghampiri,
Hilangnya satu persatu yang kamu miliki,
Hingga kamu hanya sendiri,
Sampai lepasnya jiwamu di jasad yang tidak abadi,
Lalu memohon ampun atas kesalahanmu selama ini,
Ucapan tidak mengulanginya sebagai janji,
Menginginkan kesempatan lagi,
Di mana saja otakmu saat hidup tadi,
Tak terhitung peringatan yang antri,
Salah satunya seperti tulisan ini,
Tidakkah kamu berpikir untuk mengubah diri,
Agar hidupmu berarti,
Bahwa kamu punya tujuan buat dipenuhi,
Di waktu hidup yang tidak bisa dibeli,
Yaitu selalu berbuat yang baik dan saling peduli,
Serta perbedaan yang ada harus dihormati.
Jangan habiskan waktu hanya mengikuti sakit hati,
Apalagi amarah yang tidak bisa diajak kompromi,
Jadi abaikan semua yang membuatmu rugi.
Semoga pesan yang hanya dari ketikan jari,
Bisa merasuk ke dalam diri,
Bukan sekedar lewat dan pergi,
Tapi sebagai tekad dan pondasi,
Untuk menjadi baik hati,
Karena tidak ada yang salah atas pilihanmu ini.
Sekian,
Dari Jaya Saputra di Kalimantan Selatan,
Jika suka silahkan bagikan,
Tidak suka silahkan abaikan.

0 Comments
Silahkan berkomentar dengan bijak !!